Skip to content
Juli 29, 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • VK
  • Whatsapp
PortalOtomotif

PortalOtomotif

Update berita otomotif

Primary Menu
  • Home
  • Industri Otomotif
  • Mobil Listrik
  • Teknologi Otomotif

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RIMengapa SPKLU Jadi Kunci Pertumbuhan Mobil Listrik?Kondisi Pasar Electric Vehicles Indonesia pada 2026Tantangan Utama SPKLU di IndonesiaTantangan Listrik: Daya, Beban Puncak, dan Integrasi…
Mira Febri Juli 11, 2026 11 minutes read
ev - Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI

Daftar Isi

  • Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI
  • Mengapa SPKLU Jadi Kunci Pertumbuhan Mobil Listrik?
  • Kondisi Pasar Electric Vehicles Indonesia pada 2026
  • Tantangan Utama SPKLU di Indonesia
  • Tantangan Listrik: Daya, Beban Puncak, dan Integrasi Energi
  • Masalah Lokasi: Kota Besar Lebih Siap, Jalur Panjang Masih Menunggu
  • Pengalaman Pengguna: Antrean, Aplikasi, dan Kepercayaan
  • Harga Charging dan Model Bisnis SPKLU
  • Peran Pemerintah dan Regulasi pada 2026
  • Peran Pabrikan, Diler, dan Ekosistem Otomotif
  • Teknologi yang Akan Mendorong SPKLU Lebih Efisien
  • Dampak ke Konsumen: Apa yang Harus Kamu Perhatikan?
  • Prospek Infrastruktur Electric Vehicles RI Menuju 2027
  • FAQ
    • Apa itu SPKLU?
    • Mengapa SPKLU penting untuk mobil listrik?
    • Apakah Indonesia sudah siap untuk electric vehicles pada 2026?
    • Apa tantangan terbesar SPKLU di RI?
    • Apakah mobil listrik cocok untuk perjalanan jauh?
    • Apa yang harus dicek sebelum membeli mobil listrik?
  • Kesimpulan

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI sedang jadi isu besar di pasar otomotif Indonesia, terutama saat mobil listrik makin sering masuk daftar belanja konsumen kota besar. Fokusnya bukan lagi sekadar model baru, tetapi kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, kapasitas listrik, tarif, lokasi, dan pengalaman pengguna sehari-hari.

Per 11 Juli 2026, arah industri electric vehicle di RI terlihat makin serius, namun belum sepenuhnya mulus. Buat kamu yang ingin langsung melihat poin paling penting, cek bagian tantangan utama SPKLU di Indonesia.

Portalotomotif.site melihat isu ini sebagai titik krusial: mobil listrik bisa makin laku kalau ekosistemnya rapi. Tanpa SPKLU yang mudah ditemukan, cepat dipakai, dan transparan biayanya, minat konsumen bisa tertahan meski pilihan kendaraan makin banyak.

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI - ev

Infrastruktur electric vehicles pada 2026 tidak bisa hanya dihitung dari jumlah unit SPKLU yang berdiri. Kualitas layanan, keandalan aplikasi, metode pembayaran, hingga distribusi lokasi jauh lebih menentukan pengalaman pemilik kendaraan listrik.

SPKLU idealnya hadir di area yang memang dilewati pengguna, bukan sekadar dipasang untuk mengejar angka. Lokasi seperti rest area, pusat belanja, gedung perkantoran, apartemen, hotel, diler, dan kawasan wisata punya nilai strategis tinggi.

Di Indonesia, tantangan RI makin kompleks karena karakter wilayahnya berbeda-beda. Pulau Jawa punya kepadatan pengguna yang tinggi, sementara wilayah luar Jawa butuh pendekatan yang lebih sabar, bertahap, dan berbasis kebutuhan lokal.

Bagi konsumen, pertanyaan paling sederhana adalah: “Kalau baterai tinggal sedikit, saya bisa isi di mana dan berapa lama?” Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan kepercayaan pasar terhadap electric vehicles.

Mengapa SPKLU Jadi Kunci Pertumbuhan Mobil Listrik?

SPKLU adalah tulang punggung mobilitas kendaraan listrik. Tanpa jaringan charging yang memadai, mobil listrik berisiko dianggap hanya cocok untuk pemakaian dalam kota.

Pada 2026, konsumen Indonesia makin rasional. Mereka tidak cuma melihat desain, fitur ADAS, jarak tempuh, atau harga subsidi, tetapi juga menghitung kemudahan pengisian daya.

Mobil listrik dengan jarak tempuh besar tetap membutuhkan ekosistem SPKLU yang aman. Apalagi saat pemilik kendaraan melakukan perjalanan antarkota, mudik, atau perjalanan bisnis jarak jauh.

Pengalaman pengguna juga sangat menentukan. Kalau charging sering antre, mesin bermasalah, aplikasi gagal membaca status charger, atau pembayaran tidak praktis, persepsi publik bisa menurun.

Di sinilah infrastruktur electric vehicles harus masuk tahap berikutnya. Bukan hanya ekspansi jumlah, tetapi peningkatan kualitas operasional.

Kondisi Pasar Electric Vehicles Indonesia pada 2026

Pasar mobil listrik Indonesia pada 2026 bergerak lebih dinamis dibanding beberapa tahun sebelumnya. Pabrikan global, merek China, Jepang, Korea, hingga pemain lokal terus mendorong pilihan kendaraan elektrifikasi.

Konsumen kini punya lebih banyak opsi, mulai dari city car listrik, SUV listrik, MPV elektrifikasi, sampai kendaraan niaga ringan. Perubahan ini membuat kebutuhan charging ikut naik.

Strategi pabrikan juga makin agresif. Beberapa merek membangun charging point di jaringan diler, sementara sebagian lain bekerja sama dengan operator SPKLU dan pengelola properti.

Arah pasar ini juga terlihat dari langkah berbagai merek otomotif yang mulai menyusun strategi 2026 secara lebih serius. Kamu bisa membaca konteksnya lewat ulasan Nissan 2026: Strategi Mobil Baru dan Arah Pasar Indonesia Terkini.

Namun, pertumbuhan kendaraan listrik belum otomatis menjamin pemerataan akses. Infrastruktur harus bergerak secepat produk, bahkan idealnya lebih cepat.

Tantangan Utama SPKLU di Indonesia

Tantangan utama SPKLU di Indonesia bukan cuma soal membangun alat charging. Tantangannya menyangkut listrik, lahan, investasi, perilaku pengguna, teknologi, dan model bisnis.

Pertama, distribusi lokasi masih menjadi pekerjaan besar. Banyak SPKLU terkonsentrasi di kota besar, sementara jalur antarkota dan daerah penyangga belum selalu siap.

Kedua, kecepatan charging belum seragam. Pengguna yang terbiasa dengan fast charging akan merasa kurang nyaman jika hanya menemukan charger berdaya rendah di titik penting.

Ketiga, keandalan layanan masih harus terus ditingkatkan. SPKLU yang tampil tersedia di aplikasi, tetapi tidak bisa dipakai di lokasi, bisa merusak kepercayaan pengguna.

Keempat, sistem pembayaran perlu lebih sederhana. Konsumen ingin pengalaman seperti mengisi BBM: datang, isi, bayar, selesai.

Kelima, edukasi pengguna masih kurang. Banyak pemilik baru belum memahami perbedaan AC charging, DC fast charging, durasi pengisian, biaya per kWh, dan cara menjaga kesehatan baterai.

Tantangan Listrik: Daya, Beban Puncak, dan Integrasi Energi

Mobil listrik membuat beban listrik bergeser. Rumah, kantor, mal, rest area, dan kawasan industri perlu menghitung kapasitas daya sebelum memasang charging station.

Jika charging dilakukan bersamaan pada jam sibuk, beban lokal bisa meningkat tajam. Karena itu, pengelolaan daya dan smart charging akan makin penting pada 2026.

Smart charging membantu mengatur kapan dan seberapa cepat kendaraan mengisi daya. Teknologi ini bisa menekan beban puncak sekaligus membuat biaya operasional lebih efisien.

Integrasi energi terbarukan juga mulai masuk pembicaraan. Panel surya di gedung komersial, sistem penyimpanan baterai, dan manajemen energi dapat membuat SPKLU lebih ramah lingkungan.

Namun, implementasinya tidak sederhana. Investor perlu kepastian tarif, regulasi, standar teknis, dan proyeksi jumlah pengguna.

Masalah Lokasi: Kota Besar Lebih Siap, Jalur Panjang Masih Menunggu

Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan beberapa kota besar lain relatif lebih siap menerima pertumbuhan electric vehicles. Populasi kendaraan, daya beli, dan ketersediaan properti komersial membuat SPKLU lebih mudah berkembang.

Masalah muncul saat pengguna ingin keluar kota. Jalur panjang membutuhkan SPKLU yang konsisten, mudah diakses, aman, dan tidak terlalu jauh antar titik.

Rest area jalan tol menjadi lokasi penting. Namun, rest area bukan satu-satunya jawaban karena perjalanan pengguna tidak selalu mengikuti tol utama.

Kota kecil, destinasi wisata, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri juga harus masuk peta pengembangan. Jika tidak, mobil listrik akan tetap dianggap nyaman hanya untuk rute tertentu.

Pemerataan ini membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, PLN, operator charging, pengembang properti, pabrikan, dan diler harus bergerak dengan data mobilitas yang jelas.

Pengalaman Pengguna: Antrean, Aplikasi, dan Kepercayaan

Pengguna mobil listrik sangat bergantung pada informasi digital. Mereka mengecek lokasi SPKLU, status charger, tipe konektor, tarif, dan estimasi waktu melalui aplikasi.

Jika data tidak akurat, perjalanan bisa terganggu. Satu SPKLU yang gagal beroperasi di jalur sepi dapat membuat pengguna merasa cemas.

Antrean juga menjadi isu sensitif. Fast charging memang cepat, tetapi tetap membutuhkan waktu lebih lama dibanding isi BBM.

Karena itu, manajemen antrean perlu lebih pintar. Reservasi slot, informasi real-time, estimasi waktu tunggu, dan notifikasi status charging bisa meningkatkan kepuasan pengguna.

Kepercayaan pasar tumbuh dari pengalaman kecil yang konsisten. Sekali pengguna merasa aman menempuh perjalanan jauh, persepsi terhadap electric vehicles akan naik.

Harga Charging dan Model Bisnis SPKLU

Harga pengisian daya menjadi faktor penting dalam adopsi kendaraan listrik. Konsumen ingin tahu apakah biaya operasional mobil listrik tetap lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

Operator SPKLU juga butuh model bisnis yang sehat. Investasi alat, instalasi daya, sewa lokasi, perawatan, sistem aplikasi, dan layanan pelanggan membutuhkan biaya besar.

Jika utilisasi rendah, balik modal bisa lama. Ini menjadi tantangan di wilayah yang jumlah kendaraan listriknya belum banyak.

Sebaliknya, jika tarif terlalu tinggi, pengguna bisa merasa manfaat ekonomis mobil listrik berkurang. Keseimbangan antara keuntungan operator dan daya tarik konsumen harus dijaga.

Paket langganan, kerja sama diler, bundling servis, dan charging benefit dari pabrikan bisa menjadi solusi. Skema ini dapat membantu konsumen beradaptasi pada masa transisi.

Peran Pemerintah dan Regulasi pada 2026

Pemerintah memegang peran besar dalam percepatan infrastruktur electric vehicles. Regulasi harus memberi kepastian agar investor tidak ragu membangun SPKLU.

Kepastian itu mencakup standar konektor, keamanan instalasi, tarif, izin lokasi, integrasi sistem, hingga aturan layanan konsumen. Tanpa standar yang jelas, ekosistem bisa terpecah.

Pemerintah daerah juga tidak boleh pasif. Mereka bisa mendorong SPKLU di gedung publik, terminal, kawasan wisata, dan area parkir strategis.

Insentif pun perlu menyasar infrastruktur, bukan hanya pembelian kendaraan. Jika SPKLU tumbuh lambat, penjualan mobil listrik dapat kehilangan momentum.

Untuk memperkuat kepercayaan publik, informasi resmi dan sumber referensi juga harus mudah diakses. Sebagai catatan editorial, pembaca dapat mengecek salah satu rujukan digital melalui link terpecaya.

Peran Pabrikan, Diler, dan Ekosistem Otomotif

Pabrikan tidak bisa hanya menjual mobil listrik lalu menyerahkan seluruh urusan charging kepada pihak lain. Konsumen menilai merek dari pengalaman kepemilikan secara utuh.

Diler dapat menjadi titik penting dalam edukasi dan layanan charging. Mereka bisa menyediakan home charging consultation, simulasi biaya, pengecekan instalasi rumah, serta panduan penggunaan SPKLU.

Jaringan aftersales juga harus siap menangani baterai, sistem kelistrikan tegangan tinggi, software kendaraan, dan pembaruan fitur. Mobil listrik membutuhkan pendekatan layanan yang berbeda.

Ekosistem otomotif lokal ikut memegang peran. Profil pelaku industri dan jaringan layanan bisa kamu lihat dalam pembahasan Cinta Sejahtera Otomotif 2026: Profil dan Kabar Terbaru di RI.

Semakin banyak pelaku yang memahami kendaraan listrik, semakin cepat konsumen merasa aman. Keamanan psikologis ini penting untuk pasar yang sedang tumbuh.

Teknologi yang Akan Mendorong SPKLU Lebih Efisien

Pada 2026, teknologi charging bergerak menuju kecepatan, akurasi, dan integrasi. DC fast charging menjadi kebutuhan utama di jalur jarak jauh dan area dengan trafik tinggi.

Sementara itu, AC charging tetap relevan untuk lokasi parkir lama. Apartemen, kantor, hotel, dan rumah cocok memakai pengisian daya yang lebih santai.

Battery energy storage system atau penyimpanan energi juga mulai relevan. Teknologi ini dapat membantu SPKLU menjaga pasokan saat beban tinggi.

Aplikasi akan menjadi wajah utama layanan. Fitur peta, status real-time, pembayaran, riwayat transaksi, dan rekomendasi rute harus bekerja mulus.

Ke depan, integrasi kendaraan dengan jaringan listrik bisa makin menarik. Konsep vehicle-to-grid masih butuh kesiapan regulasi, tetapi potensinya besar untuk manajemen energi.

Dampak ke Konsumen: Apa yang Harus Kamu Perhatikan?

Kalau kamu berencana membeli mobil listrik pada 2026, jangan hanya melihat klaim jarak tempuh. Periksa dulu ekosistem charging di sekitar rumah, kantor, dan rute rutin.

Pastikan juga daya listrik rumah cukup untuk home charging. Jika belum cukup, hitung biaya penambahan daya dan instalasi perangkat dengan teknisi yang kompeten.

Cek tipe konektor mobil. Kesesuaian konektor akan memengaruhi kemudahan penggunaan SPKLU di berbagai lokasi.

Perhatikan kecepatan charging yang didukung kendaraan. Mobil yang mendukung fast charging tinggi akan lebih fleksibel untuk perjalanan jauh.

Jangan lupa membaca garansi baterai, layanan darurat, dan jaringan bengkel. Mobil listrik lebih minim perawatan rutin, tetapi tetap membutuhkan dukungan teknis yang tepat.

Prospek Infrastruktur Electric Vehicles RI Menuju 2027

Melihat tren 2026, prospek infrastruktur electric vehicles Indonesia masih positif. Pertumbuhan akan sangat bergantung pada kolaborasi dan kecepatan eksekusi.

SPKLU kemungkinan makin banyak hadir di pusat aktivitas ekonomi. Namun, pemerataan ke jalur antarkota dan daerah wisata tetap menjadi pekerjaan besar.

Konsumen akan makin selektif. Mereka tidak hanya membandingkan merek mobil, tetapi juga membandingkan kemudahan charging dari tiap ekosistem.

Pabrikan yang memberi paket kepemilikan lengkap berpotensi lebih unggul. Paket itu bisa berupa wall charger, akses SPKLU, layanan darurat, dan edukasi pengguna.

Jika semua elemen bergerak serempak, Indonesia bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik. Jika tidak, pasar akan tumbuh, tetapi dengan hambatan yang terasa di level pengguna harian.

FAQ

Apa itu SPKLU?

SPKLU adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum. Fungsinya mirip tempat isi energi, tetapi untuk baterai kendaraan listrik.

Mengapa SPKLU penting untuk mobil listrik?

SPKLU penting karena memberi rasa aman kepada pengguna saat baterai menipis. Tanpa jaringan charging yang luas, mobil listrik sulit dipakai secara fleksibel.

Apakah Indonesia sudah siap untuk electric vehicles pada 2026?

Indonesia makin siap, tetapi belum merata. Kota besar relatif lebih maju, sementara jalur antarkota dan beberapa daerah masih membutuhkan lebih banyak SPKLU.

Apa tantangan terbesar SPKLU di RI?

Tantangan terbesar mencakup lokasi, keandalan alat, kapasitas listrik, tarif, investasi, dan kemudahan pembayaran. Pengguna butuh layanan yang sederhana dan konsisten.

Apakah mobil listrik cocok untuk perjalanan jauh?

Mobil listrik bisa cocok untuk perjalanan jauh jika rutenya punya SPKLU memadai. Pengguna tetap perlu merencanakan titik charging sebelum berangkat.

Apa yang harus dicek sebelum membeli mobil listrik?

Cek jarak tempuh realistis, fasilitas home charging, lokasi SPKLU terdekat, tipe konektor, garansi baterai, dan jaringan aftersales. Faktor-faktor ini sangat memengaruhi pengalaman kepemilikan.

Kesimpulan

Infrastruktur Electric Vehicles 2026: SPKLU dan Tantangan RI menjadi isu inti dalam perkembangan otomotif nasional. Mobil listrik tidak akan tumbuh optimal jika jaringan charging belum praktis, merata, dan dapat dipercaya.

SPKLU harus berkembang dari sekadar proyek instalasi menjadi layanan publik yang nyaman. Konsumen membutuhkan lokasi strategis, alat yang berfungsi, tarif jelas, aplikasi akurat, dan dukungan teknis yang responsif.

Bagi portalotomotif.site, kunci pertumbuhan electric vehicles di Indonesia ada pada ekosistem. Produk boleh makin canggih, tetapi pengalaman pengguna tetap menjadi penentu utama.

Jika pemerintah, operator, pabrikan, diler, dan pemilik properti bisa bergerak bersama, 2026 dapat menjadi tahun penting bagi percepatan kendaraan listrik di RI. Tantangannya besar, tetapi peluangnya juga sangat terbuka.

About the Author

Mira Febri

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: Nissan 2026: Strategi Mobil Baru dan Arah Pasar Indonesia Terkini
Next: Pabrik Otomotif di Mojokerto Jadi Sorotan 2026, Apa Faktanya?

Related Stories

otomotif - Otomotif Artinya Apa di Industri Motor-Mobil? Ini Penjelasannya
  • Industri Otomotif
  • Pendidikan Otomotif

Otomotif Artinya Apa di Industri Motor-Mobil? Ini Penjelasannya

Mira Febri Juli 29, 2026
giias - GIIAS 2026 Jadi Tumpuan Penjualan Mobil, BMW-BYD Jadi Sorotan
  • Industri Otomotif
  • Mobil Listrik
  • Pameran & Event Otomotif

GIIAS 2026 Jadi Tumpuan Penjualan Mobil, BMW-BYD Jadi Sorotan

Mira Febri Juli 28, 2026
omoda - Omoda O4 2026 Meluncur ke Vietnam, Mobil AI yang Bisa Chat Pintar
  • Industri Otomotif
  • Mobil Baru
  • Teknologi Otomotif

Omoda O4 2026 Meluncur ke Vietnam, Mobil AI yang Bisa Chat Pintar

Mira Febri Juli 28, 2026

Categories

  • Aksesori & Spare Part
  • Harga Mobil Terbaru
  • Harga Motor Bekas
  • Harga Motor Terbaru
  • Industri Otomotif
  • Mobil Baru
  • Mobil Listrik
  • Motor Baru
  • Motor Listrik
  • Pajak Kendaraan
  • Pameran & Event Otomotif
  • Pendidikan Otomotif
  • Review Motor
  • Teknologi Otomotif
  • Tips & Perawatan Kendaraan

Tag

arti otomotif di dunia motor-mobil: istilah, fungsi, dan contoh catatan penting sebelum membeli cinta sejahtera otomotif 2026: profil dan kabar terbaru di ri cocok untuk siapa? daftar pt sparepart otomotif jepang di indonesia 2026 dan profilnya dampak bagi konsumen indonesia desain dan kepraktisan harian giias 2026 jadi tumpuan penjualan mobil, bmw-byd jadi sorotan honda cuv e 2026 masuk radar: spek, baterai, dan harga honda scoopy 2026: harga, fitur, warna, dan simulasi kredit terbaru honda stylo 160 2026 makin diburu, ini kelebihan dan rivalnya industri otomotif tiongkok 2026: ev, ekspor, dan perang harga infrastruktur electric vehicles 2026: spklu dan tantangan ri kekurangan honda scoopy 2026 kekurangan yang perlu dipertimbangkan kekurangan yang perlu diwaspadai kelebihan honda scoopy 2026 kenapa disebut otomotif? arti istilah untuk motor dan mobil motor scoopy bekas 2026: harga pasaran dan tips cek unit motor stylo 160 2026 dipakai harian: bbm, servis, dan fitur motor stylo 160 2026: harga, spek, warna, dan cicilan terbaru motor stylo jadi buruan 2026, cek penyebab inden di dealer nissan 2026: strategi mobil baru dan arah pasar indonesia terkini omoda o4 2026 meluncur ke vietnam, mobil ai yang bisa chat pintar otomotif artinya apa? otomotif artinya apa? makna, contoh motor-mobil, tren 2026 otomotif artinya apa di industri motor-mobil? ini penjelasannya otomotif artinya di berita motor-mobil 2026, bukan sekadar hobi otomotif jurusan apa? pilihan teknik motor, mobil, dan ev 2026 otomotifzone 2026: tren mobil-motor yang jadi sorotan di ri pabrik otomotif di mojokerto 2026: lokasi dan dampaknya pabrik otomotif di mojokerto jadi sorotan 2026, apa faktanya? pasar otomotif indonesia 2026: mobil baru dan arah industri nasional pengaruh regulasi dan infrastruktur performa dan rasa berkendara perilaku konsumen otomotif 2026 pilihan jurusan otomotif 2026 profil pt evolusi otomotif indonesia, pemain ev baru 2026 rekomendasi untuk konsumen indonesia smk otomotif 2026 didorong kuasai ev, ini skill yang dicari sudut pandang redaksi portalotomotif.site tantangan yang perlu diwaspadai tren electric vehicles 2026: harga, insentif, dan model baru tren otomotif 2026 yamaha nmax turbo 2026 jadi incaran, cek harga dan fitur

Pos-pos Terbaru

  • Otomotif Artinya Apa di Industri Motor-Mobil? Ini Penjelasannya
  • Yamaha NMAX Turbo 2026 Jadi Incaran, Cek Harga dan Fitur
  • GIIAS 2026 Jadi Tumpuan Penjualan Mobil, BMW-BYD Jadi Sorotan
  • Omoda O4 2026 Meluncur ke Vietnam, Mobil AI yang Bisa Chat Pintar
  • Motor Stylo Jadi Buruan 2026, Cek Penyebab Inden di Dealer

Kategori

Aksesori & Spare Part Harga Mobil Terbaru Harga Motor Bekas Harga Motor Terbaru Industri Otomotif Mobil Baru Mobil Listrik Motor Baru Motor Listrik Pajak Kendaraan Pameran & Event Otomotif Pendidikan Otomotif Review Motor Teknologi Otomotif Tips & Perawatan Kendaraan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • VK
  • Whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.